aku yang disini merangkai sebuah kalimat masih dengan tema yang sama "pilihan" . aku merangkai kata sebuah pilihan dalam sebuah perlawanan demi perdamaian, engkau yang jauh disana memijam kan mata memikir sejenak dalam kebingungan,aku tau itu! sebuah perasaan yang ku kirim tak kau hiraukan,masih kah engkau anggap itu sehelai hembusan angin yang tak berarti? jauh sebelum kau berpendapat,aku melukiskan sebuah hiasan tentang keadaan dimana kita aku dia engkau dan mereka hampir ditenggelamkan dalam keadaan yang sama dengan tanpa perlawanan yang mendamaikan. kemudian aku kirim kan hiasan ini kepada mu, masih juga kau hiraukan? ini bukan tentang kisah kita, perasaan, dan kedilemaan kita, tapi ini tentang pilihan yang harus kita lakukan, yang harus kita kokoh kan demi sebuah perlawanan untuk kedamaian, engkau mau bergerak atau hanya diam tanpa alasan kemudian tergantikan? sejenak saja tolong engkau pikir kan! hanya kita lagi, sisa- sisa harapan bangsa, pemuda yang sebagai tongkat demi kedamaian bangsa, aku harap engkau paham dan kita semua paham, ini masih dengan cerita yang sama, berurusan dengan pilihan, maka kita akan datang memilih kembali.
Kamis, 21 Desember 2017
Jumat, 29 September 2017
Kembali mimpi atau berpuisi
Ketika diam ku sadari,ada sebuah mimpi.Mimpi yang hampir terkubur mati.
bukan saat diam!!ku tak pahami mimpi Lagi,yang berdefinisi kan sebuah emosi Berslogan kan titipan mimpi.mimpi yang dulu hampir ku seberangi melalui ribuan teka teki hati.haruskah pantaskah,dapatkah aku perjuangi???
Mimpi hanya lah mimpi berlandaskan harapan dan keinginan hati datang dan bisa pergi Tapi mimpi memberi bukti.ketika diam ku memaknai mimpi
mampukah diperjuangi kembali mimpi yang hampir pergi??
Sementara emosi menjawab"mimpi mu tak kan terbukti"tapi hati membisikkan"fakta mimpi harus diperjuangi"Dan kembali lagi ke slogan mimpi
Jambi,30 september 2017