Minggu, 24 November 2019

Jika memang benar?

Jejak yang kian panjang
Pertarungan pun semakin menantang di medan perang peradaban,
Disusuri dengan keberanian
Di terangi dengan ketulusan
Demi menawarkan kasih sayang
Terhadap kami-kami tak berkesudahan
Dari dulu, sekarang, dan dihari mendatang
Dengan segala pengorbanan
Entah kenal atau bukan
Kasih sayang itu selalu tercurahkan

Kadang kami tak hiraukan
Kadang kami tak sadar
Betapa pedih dan senang yang dirasakan

Mungkin saja sudah bosan, tapi rupanya perasaan itu makin mendalam bahkan mengakar agar tersampaikan kepada kami-kami yang tak berkesudahan
Untuk Agar kami paham bagaimana  nanti menghadapi perang.

Cukup sederhana keinginan, jika itu memang benar dan penuh ketulusan
Dengan demikian tak sekedar ucapan terimakasih yang terlontarkan tapi doa dan perubahan kan kami lakukan.

#Selamat Hari Guru Nasional
#Terimakasih kepada seluruh pendidik yang begitu tulus mengabdi tanpa henti hingga akhir nanti.

Jambi, 25 November 2019
Azza Humayro'

Kamis, 30 Mei 2019

Pantaskah diriku disebut aktivis?

Kenal diriku Dari sebuah masa lalu
Bersemu diam Dan pilu
Balutan kekangan Dan tekanan
Ku simpan rapi dalam sendiriku

Berawal keluh Dan resah
Ku yakini untuk kuat Dan pasrah
Kadang Hati Dan jiwaku tak terarah
Namun  keyakinan ku tak  kan goyah

Usaha Dan do'a telah ku lakukan
Serapi mungkin sakit ku tertutup rapat
Jalani kehidupan selayak nya orang-orang
Tanpa terlihat Ada goresan tekanan

Sungguh Allah itu maha segalanya
Keajaiban telah banyak ku dapatkan
Warna kehidupan pun kian berbeda
Ada sesuatu rasa Yang tak pernah ada

Cahaya ku sebut demikian
Memang seperti Ada pancaran dalam hatiku
Goresan lama terasa berkurang
Rupanya kehidupan luar lebih menakjubkan Dan bertantangan

Berjalan nya waktu kian ku rasa
Rupanya tak semudah seperti Yang diduga
Bukan tentang rasa, diri, kehidupan sendiri
Ku dikenali  dunia patamorgana menuju dunia sesungguhnya
Ku Kira itu benar adanya
Tak bisa hidup kalau Hanya mementingkan diri sendiri
Karena Kita hidup dengan berjuta keragaman
Lalu ku pikir itu berlogika
Karena kita Saling berkaitan antar semuanya
Wajar hidup sendiri itu tak kan bisa
Namun Luka ini terlalu rapi tersimpan sendiri

Akhirnya orang menyebut sebagai aktivis
Lalu lalang penuh petualang
Dengan berbagai teori Dan pengimplementasian kian dicoba
Puncak rasa semua seketika terasa hanya ikut-ikutan Saja,
Kadang lelah itu terasa
Lalu kian ditambah berbagai kejadian Dan ujian
Rasanya diri ini pengikut yang tanpa pesan
Penuh penghayatan Dan tenaga, mencoba
Seperti aktivis lainnya.

Namun pantaskah disebut aktivis?
Kabarnya aktivis tidak sekedar aktivis saja
Banyak teori Dan implementasian Yang kian ditawar kan Dan ditunaikan
Tapi, mungkin kebanyakan tapinya...
Itulah Yang ku rasa,
Seorang gadis Yang sejak kecil nya
Masa lalu nya tersimpan goresan tekanan
Hingga ia temukan kehidupan lebih berwarna
Merasa dirinya masih dibutuhkan
Lagi-lagi apa daya
Sanggupkah? Diri ini tetap menyimpan goresan itu, sembari menjalani kehidupan Yang penuh dengan goresan tantangan
Aku tak seperti aktivis lain
Memenuhi syarat Dan keadaan Yang sudah matang
Aku Hanya seperti pengikut saja
Tanpa membawa bekal Dan keahlian dalam pertempuran.
Pantaskah?
Seketika dijalan masih terasa goresan lama
Lalu ditambah goresan tantangan baru
Rasanya ingin mundur Saja
Tanpa sepengatahuan orang.
Sedih rasanya, bekal ku masih angka saja
Tak memenuhi kriteria apa lagi melebihinya
Kadang Kala semangat kian memudar
Ucapan Sering Kali tak terdengar
Apa yang diungkapkan kadang tak sesuai apa yang dipikiran
Seolah ragaku terbagi dua
Satu ingin menetap satu sisi sangat ingin pergi
Entah mengapa kian ditawar
Keinginan pergi ku sangat menampar
Segera pergi meninggalkan kehidupan ini
Lalu dengan bodohnya aku juga sangat ingin pulang, menetap menuntaskan ini semua
Kadang lagi ku berpikir
Rasaku juga terbagi dua
Satu masih memikirkan orang sekitar  dan peduli,
Satu sisi  sangat ingin bersikap untuk diri sendiri
Beginikah Yang disebut aktivis?
Naluri ku masih Ada, Kesalahan kian Kali ku perbuat, lalu tobat Sering Kali ku ucap pun buat.
Kecewa Sering Kali ku rasa
Capek lelah tertekan serasa makanan,
air Mata seperti minuman.
Juga keyakinan selalu hadir bahwa aku sangat dibutuhkan,  nikmat syukur selalu ku rasakan, jiwa peduli kian hadir, kebahagian kian ditawar kan lalu apalagi Yang kurang,
Harus nya aku bisa,...
Semuanya terasa menjadi dua belahan
Hati jiwa Dan tubuh ku terbagi menjadi dua
Mengapa demikian, ku pikir akibat goresan itu.

Semua terasa betabrakan. Ah rasanya entahlah.. sampai kapan ku menyimpan dan bertahan
Pantaskah org seperti ini disebut aktivis?
Bahkan keadaan dirinya seorang Saja selalu bertabrakan
Lalu salahkah? Seorang Yang seperti ini berusaha menjadi lebih baik lagi?
Kian Kali ku mencoba usaha berubah, menemukan jati diri, sebuah titik terang, kian Kali pula aku dihadapkan berbagai penawaran Yang membuat diriku selalu bertabrakan dengan diriku sendiri...

Rabu, 16 Januari 2019

Teruntuk diri ini

Teruntuk diri ini...
Bangkitlah!
Kenali dirimu, jati mu, semangatmu,
Ada Apa dengan engkau
Kadang lesu, bingung, tak berdaya, bingung
Mana dirimu Yang dulu?
Kau kemana kan?
APA Yang membuat dirimu seperti ini?
Apakah kau lagi menyimpan Luka?
APA engkau,, menyimpan rindu?
Seberapa besar Luka Yang kau tahan?
Seberapa besar rindu Yang kau pendam?
Seberapa sakit Yang kau rasakan?
Apa alasanny?
Apa yang kau pikirkan?
Apa yang kau bingungkan?
Apa yang kau rasakan?
Luka? Sakit? Rindu?
Terkadang...
Kau terlihat takut, terlihat beban dimatamu
Kau pun terlihat tertekan  
Berat, sangat Berat perihal Yang buatmu begini
Apa itu?
Kadang kau membisu tak menentu,
Terlihat baik2 Saja tanpa Ada apa-apa
Kau pandai menyembunyikan, selayakny sebutan mu mysterious..
Bagaimana bisa begini terus?
Kau terlihat sangat lelah, Hati mu terlihat lelah
Terlalu Sering Dan selalu kau kuat kan hatimu
Semakin lama kau terlihat sangat kasian
Kau pandai menyembunyikan Luka Dan keluh kesah mu, namun kelelahan Hati mu tak bisa..

Teruntuk diri ini.....
ku tau kau kuat, kau kuat dalam hal fisik, namun Hati mu tak mampu sekuat fisik mu,...
Mungkin kau perlu tau Ada keanehan padamu.
Lawan lah! ku mohon! Jangan terlihat sedang baik2 Saja tanpa beban, sudah cukup.
Sandiwara mu telah usai, ubahlah, berjuanglh bersamaku, Karna Akan Ada saatnya Kita pergi bersama menyapa Alam keabadian, dan melupakan drama Kita ini lalu menghadapi kisah sesungguhnya....

Kau tahu?

Kau tahu?
Aku melihat  seseorang sekilas seperti mu
Rambut nya sedikit keatas Dan penampilannya tak sepolos mu, awalnya ku Kira itu kamu. Tepat satu tahun lalu, ternyata bukan....

Kau tahu?
Aku bertemu dengan orang yang sekilas sepolosmu, Apa adanya Dan sederhana seperti mu, tepat satu tahun lalu, perlu kau tau rupanya tanggal Dan bulan kelahirannya Sama dengan mu, tapi dia lebih tua 2 tahun Dari mu, Dan ia sudah ku anggap seperti kakak ku....

Kau tahu?
Ingatan tentang mu Dan tentang rasa itu memudar Kala tepat satu tahun lalu, aku dipertemukan dengan sosok orang yang membuat ku hampir jatuh dalam jebakan dia, Kala itu kami bertemu dibalik pembatasan sholat dimushola, aku sempat suka dengan dia, namun itu sementara, begitu pun dengan bermunculnya sosok yg lain yang hampir membuat ku jatuh lagi, singkat Saja begitu banyak namun Hati ini berkata " ya sudahlah!" ...

Kau tahu?
Aku orang nya pelupa Dan mudah ingat, aku juga mudah melupakan Dan mengingat kembali, begitu pula aku tidak pedulian Dan khawatiran. jujur kadang sosok masih Ada dalam ingatan ini Dan seketika terbesit rasa penasaran ku terhadap kabarmu, namun ya begitulah aku seperti Yang ku katakan tak lalu meghiraukan Hati ini pun berkata "ya sudahlah!"....

Kau tahu?
Aku tidak sedang merindukanmu, hanya Saja terkadang aku hanya penasaran kisah mu Di belahan Sana, aku hanya mau bilang "nama ku rupanya bermakna Yang Bagus, kuat itulah makna namaku" jadi perlu kau tahu, aku Akan selalu Dan berusaha kuat seperti makna namaku dalam Segala hal, termasuk tidak penasaran lagi dengan mu..

Kau tahu?
Aku tidak seperti dulu lagi, mungkin kau juga. Jujur aku tidak sedang merindukan mu, hanya Saja aku lagi merindukan penyebab dimana aku bertemu pertama Kali dengan mu juga sebuah perjuangan, tanggisan Kala itu, Yang ku rindukan, mungkinkah menurut mu aku bertemu Dengan sosok org lain yang penyebab nya kami bertemu Sama dengan mu? Jika kau tahu jawaban nya Iya, namun tak sejauh Kita dulu, aku bertemu sosok orang beratas namakan penyebabnya Sama dengan mu, kabar orang, dia mirip dengan ku, juga kami  terlihat serasi, kau tahu aku, anggapan ku tak terlalu menghiraukan namun berefek aku benar2 lagi merindukan penyebab Yang membuat aku kamu Dan dia bertemu.

#savefisika
#tersebut dalam doa terwujud dalam doa