Kamis, 20 Desember 2018

Andai kau tau ibu...

Tau Kah engkau ibu?
Kabarnya Hari ini, disebut Hari ibu
Mungkin kau tak tahu
Mungkin kau tak peduli
Bagimu itu terdengar lebay

Andai kau tahu ibu...
Ku tak harus menunggu Hari ini
Mengucapkan selamat Hari ibu kepada mu
Tiap Hari ku selalu mengingat mu
Tiap Hari, ku lantunkan doa selalu untuk mu ibu
Aku tak pandai dalam berkata-kata didepan mu
Namun lewat doa ku abadikan semua Kata untuk mu ibu.
Tak usah khawatir, aku tidak berlebihan
Jangan menganggap aku lebay

Harus kau tau ibu,...
Ada tidak nya Hari ibu
Kau selalu dihati ini ibu, aku tidak berlebihan!
Yang Tak sebanding dengan Apa Yang telah kau lakukan terhadap ku ibu
Aku ini belum apa-apa, dibanding dirimu ibu.
Perjuangan mu, kasih sayang mu, marah mu, bawel mu,  keluh mu, teriak mu, panggilan mu, kekhawatiran mu, cuek mu, sedih mu, tawa mu,  Cinta mu, doa mu.
Telah mengajarkan aku arti Dari setiap sikap mu itu.
Tapi bahagiaku adalah ketika kau menjadi ibu ku.
Ku tak perlu menunggu Hari ibu
Karena tiap Hari ku, kan ku abadi kan sayang ku dalam doa ku semua tentang ibu agar ibu bahagia.
Ibu.....
Jangan lupa, selalu doa kan aku juga.

Kamis, 06 Desember 2018

Siapa Dan kenapa?

Siapa? Kembali ku merenung, namun terkadang dalam renungan itu kembali ku bertanya, "mau Berapa lama lagi? Mau sesering APA lagi kau ingin merenung?" Seolah Ada percakapan sebab akibat dalam renungan ini, perlahan ku mendengar percakapan itu "Rasa nya sudah muak Dan tak paham dengan diri ini, Ada sifat egois Yang ku benci, Ada sifat Yang tak ku pahami, Ada sifat Yang tak ku kenali, mengapa diri ini? Pertanyaan ini seolah muncul untuk diri ini, dimana Salah ku? Jawab diri ini, mengapa Kau menyalah kan ku? Kita ini satu ditubuh Yang Sama Dan pemilik Yang Sama! Lantas kenapa Kau membenci Diri mU sendiri? Dengan lantang diri ini menjawab tak kah Kau Sadari? Betapa sulit nya ku menjalani diri ini, sifat egois mU sifat Yang tak ku kenali sifat Yang membuat kesalahan lagi Dan lagi, Kau seolah tak mengetahui kau mengacaukan diri ini lalu kau perbaiki? Lalu kau ulangi kesalahan Yang Sama lagi? Itu Yang kau bilang Kita ini satu tubuh berada atas pemilik nama Yang Sama? Kau itu Yang siapa? Kau seolah bagian Yang datang menghancurkan Dan mengaku kau pemilik atas nama ini? Kau itu Hanya butiran tak berarti Yang mempengaruhi! Ku Harap kau paham, Dan menjauhlah! Pergilah! Tunggu sebentar, kau boleh tidak pergi!" Kenapa? Lagi Dan lagi simbati mengalahkan emosi, tegas terkalahkan dengan keadaan, lalu semangat Dan peganganlah Yang menguatkan. Akan selalu berhadapan dengan pilihan! Dalam setengah Sadar, ku mencoba memahami karakter diri ini.  Ku harap tak Ada pertengkaran, tak Ada Yang pergi, Dan tak Ada Yang Saling menyalahkan. Saling memahami Dan Saling bantulah dalam kebenaran, karena Ada hukum sebab akibat Yang membuat kesalahan itu terjadi,
Ketahuilah, Akan selalu Ada bagian Yang buruk Dan Akan selalu Ada bagian Yang baik, jadi kerjasama lah, sejatinya Yang buruk Akan kalah Dan mengikuti Yang baik

# bukan tentang siapa Yang Salah, namun tentang siapa Yang menyalahkan
#bukan tentang bagaimana mengobati, namun bagaimana agar tidak tersakiti
#biasakan Yang benar jangan membenarkan kebiasaan
@Anganza
(Tersebut dalam doa terwujud dalam nyata)